LOGIN大陸間戦争と呼ばれる対戦が世界を恐怖に包み込んでいた。 その大戦を治めたと語りつがれている8賢者という人物達。 大戦後にはそれぞれが散り行き、そして国を興すものが現れる。 物語の舞台となるドラバニア王国。 その大戦を終決させたとされる8賢者の内2人が興した国、 国の成り立ちに関わったとされる一族には代々、広大な土地と辺境伯相当の子爵位、そして『紅い髪色に赤い眼』が受け継がれてきた。 ロイド・アイザック。 伝統と格式あるその一族に生まれた、一人の男の子。 優秀な『護り手』を輩出する家の嫡子として教育されすくすく育っていく彼だが、何も特徴が無く自分は能力が平凡であり、いたって『普通』でしかないと自覚していた。
View More"Hei, wanita murahan! Aku tak menyangka wanita sepertimu mengkhianati kekasihku! Selama ini kau pandai menyembunyikan kelicikanmu di balik wajah polosmu itu! Kau memang tak pantas bersanding dengan Martin!" seru Cordelia sambil tersenyum sinis.
Baru saja keluar dari gedung pengadilan, Diana Hamilton sudah disambut dengan suara teriakan Cordelia, adik tirinya. Setelah setahun lama menghilang, Cordelia muncul tiba-tiba tepat di hari perceraiannya. Diana penasaran, kemana Cordelia selama ini. Mengapa baru sekarang menampakkan diri. Dahulu, Cordelia menghilang tiba-tiba di hari pernikahan lalu dia pun disuruh Lauren untuk menggantikan Cordelia. Saat ini, Diana hanya bisa menerka-nerka.Diana mengangkat kepala, dengan perasaan remuk redam, melihat Cordelia tengah bergelayut manja di lengan Martin Martinez, mantan suami. Sekarang Diana sudah menyandang status janda. Diana diceraikan, dalam keadaan hamil muda, karena minggu lalu Martin mendapatkan fotonya tanpa busana bersama pria yang wajahnya di blur di atas ranjang."Sudah aku katakan, aku tidak berselingkuh, Cordelia. Semua foto itu adalah palsu! Aku dijebak malam itu— ahk!""Berani kau membantah!" Perkataan Diana terpotong ketika Cordelia mendaratkan tamparan kuat di pipi kanannya.Diana tersentak, dari tadi berusaha membendung air matanya agar tak meluruh. Namun, semakin ditahan, dadanya terasa amat sesak dan pada akhirnya cairan bening mengalir pula dari sudut mata. Sambil memegangi pipinya dia menatap ke depan. Melihat Martin melayangkan tatapan penuh cela sekarang."Martin, percayalah padaku, semua foto yang kau dapatkan semuanya palsu ...." Diana masih berusaha menjelaskan meski Martin tak percaya dengan perkataannya.Tak ada jawaban, Martin membisu. Diana jelas tahu, bila pria berperawakan tinggi dan memiliki tato di sekujur tangan kanan itu memang jarang berbicara. Pria itu amat misterius, wajahnya bengis, bermata elang dan sangat dingin. Selama menikah, Martin memang tak pernah mengajaknya berbicara. Walau hanya menjadi pengantin pengganti, benih-benih cinta bermekaran di hati Diana. Diana tak tahu apa perkerjaan Martin. Tetapi, berdasarkan kabar burung dari asisten rumah Martin memiliki perusahaan makanan terbesar di ibu kota Caracas, Venezuela, Amerika Selatan.Janin yang bersemayam di perutnya pun akibat ketidaksengajaan. Sewaktu itu, di pagi-pagi buta Martin pulang dalam keadaan tubuh bersimbah darah dan tercium aroma obat keras menguar dari tubuh Martin. Entah sadar atau tidak, Martin menyambar tubuh Diana dan menggaulinya di atas ranjang."Palsu? Kalau memang palsu, apa kau bisa membuktikannya?" Martin angkat bicara, suaranya terdengar dingin dan tajam hingga menusuk kalbu Diana sesaat.Diana memutar otak, mencoba mengingat siapa pria di dalam foto. Sekarang, dia yakin sekali pria tersebut adalah Kornelius. Matanya berkeliling sesaat, menelisik keberadaan Kornelius di samping Lauren, mama tirinya. Pria itu adalah tangan kanan Lauren. Selama ini Kornelius selalu berada di sekitar Lauren. Namun, hari ini batang hidung Kornelius tak terlihat sama sekali. Entah kemana perginya. Kornelius menghilang bak ditelan bumi."Buang-buang waktu saja! Ayo, Baby, kita pulang ke rumah, aku malas berdiri lama-lama di sini," ujar Cordelia kemudian."Tunggu!" Diana hendak menyentuh tangan Martin. Namun, tangannya ditepis oleh Cordelia segera."Apa yang kau lakukan hah!? Jangan menyentuh kekasihku!" Cordelia memekik nyaring hingga para pengunjung pengadilan melirik sekilas ke arah mereka. Terpancar kemarahan dari kedua bola mata Cordelia.Martin melirik Cordelia. "Sudahlah, Cordelia, jangan buang-buang tenagamu." Pria itu kemudian mengalihkan pandangan ke arah Diana."Diana, meski kau mengatakan foto itu palsu, tapi aku yakin sekali bila janin di dalam perutmu itu bukanlah anakku!" sahutnya penuh penekanan.Tanpa mendengar tanggapan Diana, Martin dan Cordelia membalikkan badan lalu melangkah cepat menuruni tangga pengadilan.Napas Diana tercekat, kaki dan tangannya mendadak lumpuh, bahkan pita suaranya tak dapat berfungsi saat ini. Diana hanya bisa menatap nanar punggung Martin menghilang di depan sana."Wanita tidak tahu di untung! Seharusnya kau bersyukur dipungut mendiang suamiku! Tapi, kau malah membuat nama suamiku tercoreng sekarang! Aku tertipu dengan wajah polosmu itu! Dasar wanita jalang!" Lauren memberi komentar seketika sambil melipat tangan di dada."Jaga ucapan, Mama! Aku tidak berselingkuh! Aku yakin ada seseorang yang menjebakku!" balas Diana dengan mata melotot sedikit. Sejak dulu dia mencoba bersabar menghadapi sikap Lauren namun sekarang Diana tak dapat menahan diri lagi.Wanita yang dipanggil 'mama' ini, sangatlah berbeda dengan Philip Hamilton, mendiang suami Lauren. Lima belas tahun silam, Diana kecil ditinggalkan mama kandungnya di jalan raya. Ia pun hidup luntang-lantung. Untuk bertahan hidup pun Diana terpaksa mengais sisa-sisa makanan dari tempat sampah. Akan tetapi, di sore hari, saat warna jingga mulai nampak di permukaan langit, Diana kedatangan seorang malaikat. Philip menghampirinya tiba-tiba dan mengulurkan tangan padanya. Lalu membawanya pulang ke rumah dan merawatnya seperti anak sendiri, sangat berbeda sekali dengan Lauren, bersikap baik hanya di depan Philip saja.Tak lama kemudian, setelah kedatangan Diana, Lauren mengandung Cordelia. Pasangan suami-istri itu memang susah mendapatkan anak, informasi tersebut Diana dapatkan dari asisten rumah. Diana tahu betul bila Philip dan Lauren telah lama menantikan buah hati itu. Seiring berjalannya waktu, keadaan tampak baik-baik saja, akan tetapi setahun lalu tepat di hari Cordelia menghilang, Philip sakit keras dan pergi untuk selama-lamanya, Lauren semakin memperlihatkan kebenciannya kepada Diana.Lauren tersenyum sinis. "Sekarang kau berani melawanku ya! Tak usah banyak alasan! Sekali murahan ya tetap murahan!"Diana terlihat enggan menanggapi."Kau tidak pantas memakai nama Hamilton! Mulai detik jangan pernah menampakkan diri di hadapanku!" lanjut Lauren lagi.Diana tersenyum getir. Sungguh miris, sesudah dijadikan pengantin pengganti, kini Diana dibuang juga oleh keluarga Hamilton."Cih! Buang-buang waktuku saja!" Saat tak ada tanggapan, Lauren memilih berlalu pergi."Tidak, aku tidak bisa diam begini. Aku harus bertemu Kornelius. Aku yakin sekali dia dapat menolongku."Diana tak menyerah, masih berharap Martin dapat percaya padanya nanti. Ia tak mau buah hatinya bernasib sama sepertinya. Anaknya memerlukan figur seorang ayah. Walaupun dia sudah bercerai setidaknya Martin mau mengakui anaknya.Diana menghapus cepat air matanya lalu bergegas pulang ke rumah. Sesampainya di sana Diana langsung pergi ke paviliun, di mana Kornelius tinggal selama ini. Diana sangat berharap Kornelius ada di sana.Saat pintu terbuka, mata Diana langsung berseri-seri, melihat Kornelius ternyata ada di dalam. Tanpa pikir panjang ia menarik kuat tangan Kornelius dan menyeretnya keluar."Kornelius, aku butuh bantuanmu, jelaskan pada Martin bahwa semua foto-foto itu adalah palsu!" seru Diana tanpa menatap lawan bicara.Di belakang, sambil mengikuti langkah kaki Diana, Kornelius tak memberi tanggapan, raut wajahnya terlihat sangat datar.Selang beberapa menit, Diana telah tiba di mansion utama. Melihat Martin sedang duduk bersama Cordelia dan Lauren di ruang tengah."Martin, pria di dalam foto itu adalah Kornelius! Semua foto itu palsu! Ayo Kornel, jelaskan pada Martin sekarang, katakan padanya, tidak terjadi apa-apa di antara kita malam itu." Dengan napas terengah-engah Diana membuka suara.父さんとガルバン様がドランの町を出て王都へと向かい早3カ月が過ぎようとしていた。アスティが王都へと旅立ち、その後にメイリン様とソアラ様も王都経由で領地に戻って行ったのだけど、その後から一切の連絡が途絶える。 間違いなく何かあったとは思うのだけど、こちらから使いの物を出しても、王都からは『しばし待て』という体のいい返事しか返ってこない。 同時に僕が受け持つはずだったヨームの説明会の話も、説明会をして欲しいという話が有っただけで、父さん達が王都へと言ってからは全く話が無い。「これは……何かあったわね……」 家族そろって食後のお茶を飲んでいると、ぽつり呟く母さんの声が聞こえる。「お父さん何かあったの?」 母さんの独り言が聞こえてのは僕だけじゃなかったらしく、隣りで一緒にお茶を飲んでいたフィリアが僕と母さんの顔を交互に見ながら、不安そうな顔をして誰にともなく疑問を口にした。「え? あ、ごめんねフィリア。何でもないのよ」「でも……」「心配いらないわよ。いらっしゃい。もうすぐ……もうすぐ帰って来るわ」「……うん……」 僕の隣にいたフィリアを呼んで、ギュッとその実を抱き寄せる母さん。その顔はとても大丈夫とは言えない程に、暗く沈んだ表情をしていた。――何かあったのは間違いないな。でも僕には何もできない。父さん……無事でいて……。 抱き合う二人を見ながら僕は心の中で祈っていた。 あまり不安になっていてもやらなければいけない事は待っては
「お父様!!」「うむ、皆まで言うなアスティ!!」「では!?」「わしが王家に直々に話を付けに行く!!」 馬っと立ちあがるガルバン様。「ちょっと待てガルバン」「む? 何故だ? こういうのは急いで――」「俺も一緒に行くからだよ」「なに?」 歩いていこうとするガルバン様に声を掛ける父さん。そしてにこりとしながらガルバン様を引き留める。――あ、父さんも怒ってる? こういう表情をする時の父さんを何度か見たことが有る。表情は違えど内心では凄く怒っている時に見せる顔。「ロイド」「はい!!」「急がせて悪いが、すぐにヨームの概要や利用の仕方と、それを利用する時のいいところ、悪いところを書き出してくれるか?」「今からですか?」「うん? そうだ、今からだ。時間がかかるというのなら、フレックが戻ってきたら手伝わせる。なるべく早く仕上げてくれ」「わかったよ。じゃぁ今から始めるね」 僕は席を立ち、その場を後にしようと歩き出す。「ロイド!!」「アスティ……どうしたの?」 少し離れたところまで進むと、声を掛けながらアスティが近づいてきて僕の横へと並ぶ。「私も手伝うからがんばりましょう!!」「ありがとう。それじゃぁ一緒に頑張って早く仕上げようね」「うん!!」 フンス!! というように気合を入れるアスティ。その頭を気づかずに撫でていた。すぐに真っ赤になるアスティがわたわたとし始める。「さ、さぁいそぎゅまちょ!!」「クスクス……そうだね」 慌てて言葉が噛みか
フレックが持ってきた封書は2通あった。一つは父さん宛ての物で、もう一つはガルバン様宛の物。 現物を渡された二人は困惑したようでいて、とても嫌そうな表情をしていた。 僕の記憶の中では、こうして王家から直接封書が届くという事は滅多にない。このところ数十年と他国との争いは起こっていないので、戦などが有るわけじゃないから、緊急招集的なものではないのが分る。そもそも緊急招集の場合は王家からの封書は黒く塗り染められたものを送付するという事に決められているそうなので、二人が手にしている真っ白な封書を見ただけでも違いは判る。 では他に何が思い当たるのかというと、僕にはこれといったものが見当たらない。そもそも王家から直接封書が来るということ自体が稀である。 事実、受け取った二人がどうしたものかという様な表情をしているので、その特異性が伺えるというモノだ。 意を決したように二人で頷きあい、同時に封書を解いてその中身を読み始める。「なっ!!」「むっ!?」 父さんは本当に驚いたような声を出し、ガルバン様は少し怒ったような声を出した。「フレック!!」「アラン!!」「「はっ!!」」 スッと名前を呼ばれてすぐにそばに来る執事の二人。――え? すごっ!! いつの間に側にいたんだろう……? フレックとの付き合いは長いから、いつもの気安さや仕事時の真面目さを知っているけど、ガルバン様の執事であるアランさんもフレックまで行かずとも同じように最近では良く話をしたり見かけたりしている。 ただ、こうして真面目な二人の更に『真剣な仕事』の時に取る行動の速さには驚く。――やっぱりすごいなぁ
「――というのが、このヨームと呼ばれるものの使用法らしいのです」「ほう……」「?」 俺と父上はボルドーの説明を聞いていたが、父上は聞くたびに頷いたり質問したりしていた。一通りの説明が終わったと同時に感嘆の声を出す父上。 しかし俺はあまり説明の意味が分からなかった。――この板に書かれた数字だけのものが、そんなに感心する事か? 父上の様子を見ながら俺はそんな事を考えていた。「なるほどな……。確かに時と金銭に貪欲な商人たちで有るのなら、このヨームとやらが有るのは便利ではあるな」「そうでございますね」「どうだシュターク、これを今後使えそうか?」「実際の所かなり有用だと思われます。正式に採用なされるのでしたら、国内で一緒に活用なされることが肝要かと」「ふむ。では今後はこのヨームを使用していく事を念頭に正式な書面としておいてくれ。それとこのヨームを使う事をアイザック領に確認を取ってくれ。何か褒美を出さねばならん」「かしこまりました」 父上の言葉を聞いてすぐにボルドーはスッと手を上げると、近くにいた執事が近づいてきて紙を渡す。 渡された紙にスラスラと今の会話を書き起こし、書面化していくボルドー。「で、これを考えついたモノの名前は分かっているのか?」「はい」 ボルドーが書面化している時にも父上からし質問が飛ぶ。「誰だ? 商人の誰かか? このようなものが考えられるのだからかなりの大物なのだろうな」「いえ、それが……」 父上の質問に言いよどむボルドー。
僕は今、アイザック家の馬車の中にいてドランの町から少し離れたところまで移動している。目の前には父さんとガルバン様がいて、僕の横にはアスティが当たり前のように座っていてニコニコとして居る。 父さんやガルバン様とお話しをしてから3日後の事、僕の提案を実行するにはまずは土地が必要という事で、ドランの町からほど近く、更に水場もあって耕しやすいところという事を優先に探していた所、丁度いい場所が見つかったというので、何故か僕まで同行してその場所を見に行く事になった。
テッサが父さんのいる執務室に入り、用事を終えて退出した頃を見計らい、僕は自室を出て無駄に長い廊下を歩いていく。 アルスター家と我が家であるアイザック家とは、実のところそんなに交流が無い。ドラバニア王国国内で行われるイベントなどで顔を合わせたら話す程度の仲だと父さんからは聞いたことが有る。 しかもこちらは伯爵家相当だとしても、向こうは紛れもない伯爵家であるのだ。向こうから何かお願いという名の命令が来ることは有っても、こちらからお願いできる立場にはない。 それが今回一番厄介な所。――いったい何の用なんだろ? 廊下をとぼとぼと歩きながら大きなため息をついた。 因みにドラバニア王国の爵
僕は――。『黒髪に黒目』の容姿をしているから。 つまりは他の貴族家からは『本当にアイザック家の人間か?』なんて事を思われているという証。 それはこのアイザック家に使えてくれている使用人や、メイド、そして領兵の人たちまで、同じ様な疑いを持っている人はいる事でも証明できると思う。 だからこそ表には出さないけれど、長年使えてくれているメイド長のコルマまでが、僕に対してあのような事を口走ってしまう事でも分かる。 皆がどう思っているのかは、僕自身が良くわかっている。ただそれを表立って出さないだけ。 それに父さんや母さんが本当に僕の事を愛してくれていると感じるからこそ、そのような雑音にも
いつものようにベッドの上で目覚めて、そこから少しだけ|微睡《まどろ》んで待つ。ちょっとだけまた眠りに入ろうかとする瞬間に、まるで狙ったかのようにドアがコンコンコンと3度ノックされる。 そのままノックをした者が何も言わずにスッと部屋の中まで入ってくると、足音も立てずに僕の眠るベッドの脇まで近寄ってきて――。「おはようございます坊ちゃん。もう朝ですから起きてくださいね」 いうが早いか、頭まですっぽりと被っていたふわふわで温かな布団をガバッ!! と引きはがされてしまった。「寒いから返して……」「いいえ。そこまで起きているのなら起きてくださいませ」「えぇ~」「えぇ~ではありませんよ。